Search Enguine

Kamis, 04 Februari 2010

Antioksidan pada Buah Manggis

Buah manggis mengandung xanthone sebagai antioksidan yang kuat, sangat dibutuhkan dalam tubuh sebagai penyeimbang prooxidant (reducing radicals, oxidizing radicals, carboncentered, sinar UV, metal, dll) yang ada di lingkungan manusia. Selanjutnya beberapa peneliti di luar negeri menjelaskan bahwa kulit buah manggis yang sudah matang mengandung polyhydroxy-xanthone yang merupakan derivat dari mangostin dan ß mangostin.

Xanthone mempunyai kemampuan sebagai antioksoidan, antibakteri, antitumor dan antikanker. Sebuah penelitian di Singapura menunjukkan bahwa sifat antioksidan pada buah manggis jauh lebih efektif bila dibandingkan dengan antioksidan pada buah rambutan dan durian.

Khasiat Xanthone dari Kulit buah manggis Xanthone merupakan substansi kimia alami yang tergolong senyawa polyphenolic. Senyawa xanthone dan derivatnya dapat diisolasi dari kulit buah manggis (pericarp) dan mengandung 3-isomangostein, alpha-mangostin, beta- mangostin, gamma-mangostin, garcinone A, garcinone B, C, dan D, maclurin, mangostenol, catechin, potassium, calsium, posphor, besi, vitamin B1, B2, B6, dan vitamin C.

Manfaat Tanaman Manggis

Manggis merupakan tanaman budidaya di daerah tropis. Tumbuhan ini tumbuh subur pada kondisi dengan banyak mendapat sinar matahari, kelembaban tinggi, dan musim kering yang pendek (untuk menstimulasi perbungaan). Pada kondisi kering, diperlukan irigasi untuk menjaga kelembapan tanah. Tumbuhan ini ditanam hingga ketinggian 1000 m dpl (20-40°C) di daerah tropis, namun pertumbuhan maksimal berlangsung di daerah dataran rendah.

Manfaat tanaman manggis adalah sebagai berikut :
  1. Sebagai obat anti kanker (Suksamrarn et.al., 2006).
  2. Supplement untuk diet.
  3. Bahan pewarna.
  4. Rebusan kulit buah manggis mempunyai efek antidiare.
  5. Buah manggis muda memiliki efek speriniostatik dan spermisida.
  6. Dari hasil suatu penelitian dilaporkan bahwa Mangostin (1,3,6-trihidroksi-7-metoksi-2,8-bis(3metil-2-butenil)-9H-xanten-9-on) hasil isolasi dari kulit buah mempunyai aktivitas antiinflamasi dan antioksidan.
  7. Dari hasil studi farmakologi dan biokimia dapat diketahui bahwa mangostin secara kompetitif menghambat tidak hanya reseptor histamin H, mediator kontraksi otot lunak tetapi juga epiramin yang membangun tempat reseptor H1, pada sel otot lunak secara utuh. Mangostin merupakan tipe baru dari histamin.
  8. Pemberian ekstrak daun muda terhadap mencit bunting dengan dosis 500, 1000, 1500 mg/kg BB, menunjukkan efek pada fetus berupa penurunan berat badan, terjadinya perdarahan pada fetus, dan adanya perubahan jaringan hati fetus seperti nekrosis pada sel hepar, tetapi tidak terjadi kelainan perkembangan dan aborsi. Ekstrak daun manggis dengan berbagai dosis dapat mengurangi jumlah sel spermatid, terjadi penambahan jumlah spermatozoa abnormal, dan lambatnya gerak maju spermatozoa mencit.
  9. Di masyarakat, buah digunakan untuk mengobati diare, radang amandel, keputihan, disentri, wasir, borok; di samping itu digunakan sebagai peluruh dahak, dan juga untuk sakit gigi. Kulit buah digunakan untuk mengobati sariawan, disentri, nyeri urat, sembelit. Kulit batang digunakan untuk mengatasi nyeri perut. Akar untuk mengatasi haid yang tidak teratur (Tanaman Obat Indonesia, 2005).
  10. Batang pohon manggis dipakai sebagai bahan bangunan, kayu bakar/ kerajinan.
  11. Kulit buah manggis yang kaya Tanin, seringkali diambil ekstraknya dan dapat digunakan sebagai obat untuk mengatasi masalah pencernaan, dan dalam bentuk salep.
  12. Kulit manggis juga berkhasiat untuk membuang asam ureat di dalam tubuh yang berguna bagi penderita reumatik/gout.
  13. Pohon manggis yang memiliki perakaran kuat juga baik ditanam untuk pemulihan kembali areal kritis.